Microsoft dan LinkedIn luncurkan indeks tren kerja 2024: AI di tempat kerja Asia Pasifik

Oleh: Erlanmart - Selasa, 14 Mei 2024 13:06 WIB

Dalam sebuah langkah yang menandai era baru dalam dunia kerja, Microsoft dan LinkedIn telah merilis Indeks Tren Kerja 2024 yang berfokus pada kondisi kecerdasan buatan (AI).

Dalam sebuah langkah yang menandai era baru dalam dunia kerja, Microsoft dan LinkedIn telah merilis Indeks Tren Kerja 2024 yang berfokus pada kondisi kecerdasan buatan (AI) di tempat kerja di Asia Pasifik. Laporan yang berjudul “AI di Tempat Kerja Sudah Hadir, Sekarang Masuk ke Bagian yang Sulit” ini mengungkapkan bagaimana AI telah mulai memengaruhi cara orang bekerja, memimpin, dan merekrut di seluruh dunia.

Bersamaan dengan penelitian ini, Microsoft mengumumkan kemampuan baru dalam Copilot di Microsoft 365, dan LinkedIn membuka lebih dari 50 kursus pembelajaran bagi pelanggan LinkedIn Premium. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk membantu para profesional meningkatkan kemampuan mereka dalam AI, menyesuaikan diri dengan tren pasar kerja yang terus berkembang.

Penelitian ini didasarkan pada survei terhadap 31.000 orang di 31 negara, tren tenaga kerja dan perekrutan di LinkedIn, triliunan sinyal produktivitas Microsoft 365, serta penelitian terhadap pelanggan Fortune 5002. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan AI generatif di tempat kerja meningkat hampir dua kali lipat dalam enam bulan terakhir.

Salah satu temuan utama dari laporan ini adalah bahwa 83% profesional di Asia Pasifik menggunakan AI di tempat kerja. Banyak dari mereka yang berjuang untuk mengimbangi kecepatan dan volume pekerjaan, mengatakan bahwa AI menghemat waktu, meningkatkan kreativitas, dan memungkinkan mereka untuk fokus pada pekerjaan yang paling penting.

Namun, meskipun 84% pemimpin di Asia Pasifik percaya bahwa perusahaan mereka perlu mengadopsi AI agar tetap kompetitif, 61% khawatir bahwa kepemimpinan organisasi mereka tidak memiliki rencana dan visi untuk mengimplementasikannya. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara keinginan karyawan dan kesiapan perusahaan dalam mengadopsi teknologi AI.