×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Membaca pikiran dengan AI: Potensi dan tantangan yang dihadapi oleh Meta

Oleh: Erlan - Senin, 17 Februari 2025 09:02

Meta, perusahaan teknologi yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, baru-baru ini mengumumkan bahwa kecerdasan buatan (AI) mereka kini mampu membaca pikiran manusia.

Meta AI bisa baca pikiran manusia

Meta, perusahaan teknologi yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, baru-baru ini mengumumkan bahwa kecerdasan buatan (AI) mereka kini mampu membaca pikiran manusia dengan akurasi hingga 80%. Kemajuan ini menandai tonggak penting dalam bidang teknologi dan neuroscience, membuka pintu bagi berbagai aplikasi potensial di masa depan.

Dilansir dari Gizmochina (17/2), teknologi ini menggunakan kombinasi dari machine learning, analisis sinyal otak, dan pemrosesan bahasa alami. Para ilmuwan di Meta telah melatih AI ini dengan menggunakan data dari ribuan partisipan yang secara sukarela berbagi aktivitas otak mereka selama melakukan berbagai tugas mental. Data ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola spesifik yang mengindikasikan jenis pikiran atau niat tertentu.

Dengan memanfaatkan elektroensefalografi (EEG) dan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI), AI Meta mampu menangkap dan menginterpretasikan sinyal otak dengan presisi yang tinggi. Kombinasi dari dua teknologi ini memungkinkan AI untuk memetakan aktivitas otak secara real-time dan mencocokkannya dengan database pola yang telah dipelajari.

Potensi aplikasi dari teknologi ini sangat luas. Salah satu penggunaan utama yang diharapkan adalah dalam bidang medis, khususnya untuk membantu pasien dengan gangguan komunikasi seperti stroke atau penyakit neurodegeneratif. Dengan kemampuan membaca pikiran, pasien dapat mengomunikasikan kebutuhan dan keinginan mereka tanpa harus berbicara atau menulis.

Di dunia hiburan, teknologi ini dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman virtual reality (VR) yang lebih imersif, di mana game dan aplikasi dapat beradaptasi berdasarkan pikiran pemain. Ini juga dapat membuka jalan bagi interaksi yang lebih alami dengan perangkat cerdas, memungkinkan pengguna mengendalikan teknologi hanya dengan berpikir.

Meskipun potensinya besar, teknologi ini juga menimbulkan sejumlah pertanyaan etis. Privasi menjadi salah satu isu utama, mengingat kemampuan AI untuk mengakses dan menginterpretasikan pikiran manusia. Meta telah menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan dengan penghormatan penuh terhadap privasi individu.

Kemampuan AI Meta untuk membaca pikiran dengan akurasi 80% merupakan langkah besar dalam dunia teknologi. Terobosan ini membawa serta potensi besar di berbagai bidang, namun juga menuntut kita untuk mempertimbangkan implikasi etis dan privasi yang mungkin timbul. Masa depan yang dijanjikan oleh teknologi ini sangat menarik, tetapi kita harus melangkah dengan hati-hati dan bijak.

×
back to top