×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Di balik isu Google bakal akuisisi HTC

Oleh: Lalu Ahmad Hamdani - Jumat, 08 September 2017 20:59

Google harus menjaga hegemoni di industri ponsel pintar.

Google akuisisi HTC

Sejumlah media memberitakan bahwa Google sedang bernegosiasi untuk mengakuisisi HTC. Rumor tersebut menyebutkan, kedua belah pihak akan mengumumkan kesepakatan pada akhir tahun ini. Sejauh penelusuran kami,  tidak ada sumber pasti, maupun saksi kunci mengenai kepastian rumor tersebut.

Spekulasi yang berkembang itu bisa jadi benar adanya. Mengingat HTC makin terjerembab tahun ini. Kamis (7/9), Digitimes melaporkan, Agustus lalu, merupakan bulan terburuk bagi bisnis HTC selama 13 tahun terkahir.

Sementara alasan paling masuk akal kenapa Google harus mengakuisisi HTC adalah agar manufaktur ponsel pintar Pixel 2 mereka tidak terganggu. 

Besar kemungkinan, kontrak manufaktur Pixel 2 masih di tangan HTC. Sebelumnya, Google Pixel juga dipabrikasi oleh HTC, 2016 lalu.

Dilansir dari 9to5Google, ada untungnya Google tetap menghidupkan bisnis HTC. Selain menyelamatkan lini produksi Pixel 2, ada paten-paten teknologi audio dan kamera HTC yang akan menolong perkembangan teknologi audio dan kamera Google Pixel di masa depan. Ini dibutuhkan Google untuk mengembangkan inovasi mereka di bidang Artificial Intellegence dan Virtual Reality.

Masih menurut 9to5Google, bila skema akuisisi ini benar adanya, bisa jadi hanya dalam jangka pendek. Perkiraannya, sampai produksi satu dua seri Google Pixel saja. Spekulasi atau bukan, logikanya Google tidak mau proses pabrikasi Pixel 2 tertunda karena HTC tengah megap-megap.

Google lepas kendali

sumber foto: pixbay

Google harus punya ponsel sendiri untuk menciptakan kontrol yang lebih besar dan dalam bagi ekosistem Android. Problem Android itu fragmentasi, dukungan update yang buruk ke ekosistem di luar Nexus dan Pixel, serta sistem keamanan yang rentan. 

Tidak ada cara lain bagi Google untuk menguji sistem operasi terbaiknya kecuali harus menciptakan smartphone dengan visi mereka sendiri. Kalau tidak menciptakan Nexus atau Pixel, tidak ada standar bagi sistem Android terbaru tiap tahun. 

Brian Rakowski, VP of product management for Android berbicara pada techradar. "Idenya adalah untuk menunjukkan ke semua orang, bagaimana harusnya semua ini dilakukan dengan benar," ujarnya.

Google harus mendikte pasar smartphone. Ponsel Android yang Anda pegang saat ini harusnya adalah teknologi copy-paste dari Nexus dan Pixel. Namun belakangan, vendor ponsel lainnya lainnya berusaha menciptakan sistem operasi mereka sendiri-sendiri. Celakanya, Google belum pernah serius meletakkan pondasi pada sektor hardware di industri ponsel. Mereka tetap teguh untuk menyebarkan platform Android ke semua ponsel, meski Google tahu sistem operasi ini mulai dioprek para pemain hardware dengan semena-mena.

Memang, Google sempat mengakuisisi Motorola, 2011 silam. Namun tujuannya bukan untuk memperkuat Google Nexus waktu itu. Dikutip dari techradar, Liu Jun, Executive Vice President of Mobile Lenovo, yakin betul bahwa Google hanya ingin menggasak paten-paten Motorola yang sangat banyak jumlahnya waktu itu.

Google tidak pernah serius untuk meraup untung dari bisnis hardware dalam industri ponsel. Namun, ia membutuhkan banyak paten Motorola untuk menghindari serangan dari kompetitor mereka yang paling rewel, Apple.

Bisa jadi, kesempatan mengakuisisi HTC membuat Google lebih serius memandang hardware sebagai bagian yang tidak bisa dihindari lagi demi menguasai pangsa pasar Android. HTC sangat mungkin jadi pembelian Google yang paling tepat. HTC punya pengalaman dan kemampuan mumpuni dalam membuat ponsel kelas premium. Mereka juga salah satu vendor ponsel yang punya departemen desain paling top. Jadi, tidak aneh bila di akhir keputusannya nanti Google benar-benar mengakuisisi HTC.

×
back to top