Huawei MatePad T8, murah tapi cukup enak digunakan
Dihargai Rp1,6 juta-an, Huawei MatePad cukup enak digunakan meski masih tidak memiliki GMS di dalamnya.
Spesifikasi tergolong cukup
Untuk membuat sebuah tablet yang terjangkau, pastinya banyak yang harus dikorbankan oleh Huawei untuk tetap mendapatkan keuntungan. Dan untuk di MatePad T8 ini, rasanya mereka mengorbankan semuanya.
Layarnya menggunakan panel IPS dengan resolusi 800x1200 pixel. Sebenarnya, ukuran layar ini tidak terlalu buruk mengingat sedikit lebih besar dari 720p. Awalnya, kami mengharapkan akan setidaknya mendapatkan tampilan layar yang baik, namun entah kenapa kami kurang suka.
Saat digunakan untuk memutar video di YouTube dan Netflix, resolusi yang ditampilkan pun bisa mencapai 1080p. Tapi sayang, hasil video yang ditampilkan pun kurang memuaskan untuk ukuran mata kami.
Tapi setidaknya, pada saat kami menjajalnya untuk melakukan video call menggunakan aplikasi Zoom, kualitas gambar yang ditampilkan cukup baik. Kami dapat melihat muka peserta lain dengan jelas.
Untuk menjalankan MatePad T8, huawei ternyata menyerahkan urusan jeroan ke MediaTek. Mereka menggunakan prosesor Mediatek MT8768. Prosesor ini merupakan prosesor Octa core dengan GPU PowerVR GE8320.
RAM dari perangkat ini cukup terbatas untuk standar 2020, yakni hanya 2GB saja dengan penyimpanan hingga 32GB yang dapat diekspansi menggunakan microSD. Kalau saja RAM dari tablet ini 4GB, mungkin kami dapat lebih nyaman untuk menggunakan tablet ini untuk berbagai hal. Berikut ini hasil benchmark dari Huawei MatePad T8 :
Dari pengalaman bermain, rasanya tablet ini agak kerepotan untuk memainkan gim-gim kompetitif. Kami seringkali merasakan lag saat kami memainkan gim PUBG meski sudah kami atur di pengaturan terendah. Sedangkan saat bermain gim MOBA seperti AOV, terkadang kami mengalami stuttering dan merasakan touch lag saat bermain. Namun, untuk sekadar menjalankan gim-gim kasual seperti Candy Crush atau Plant vs Zombies masih tergolong nyaman.
Sedangkan saat digunakan untuk menonton, tablet ini dapat memutar file 1080p 60fps dengan sangat mudah. Tapi, saat kami gunakan file video 4k, tablet ini sedikit mengalami kesulitan dalam memutar video tersebut.
Bagian yang paling mengejutkan dari perangkat ini adalah suaranya yang ternyata tak mengecewakan. Saat disetel di volume tertinggi, kami tidak mendengar adanya distorsi apapun. Meski begitu, detail yang diberikan oleh tablet ini sangat standar, namun masih enak untuk digunakan menyaksikan film.
Sayang, speaker yang tertanam di MatePad T8 hanya di sebelah kiri perangkat saja. Jika saja Huawei meletakkan dua speaker di tablet ini, kami pasti akan memilih tablet ini untuk digunakan untuk multimedia.
Dan untuk kamera, asas yang penting ada sepertinya kembali digunakan oleh Huawei. Sebenarnya, asas ini pun digunakan oleh semua vendor tablet, yang menurut kami hanya menyematkan kamera sebagai syarat saja.
Kamera belakangnya menggunakan kamera 5MP, yang seharusnya ditempatkan di depan. Dan untuk kamera depan, mereka menggunakan kamera 2MP yang seharusnya sudah tak lagi digunakan di tahun 2020.
Software kamera yang dihadirkan pun kembali lagi hanya seperti syarat saja. Kami tidak menemukan fitur apapun selain fitur Beauty yang hanya hadir saat membuka kamera depan. Berikut ini hasil kamera dari MatePad T8 :
Kamera 2MP ini sebenarnya sangat cukup untuk digunakan sebagai kamera untuk melakukan panggilan untuk belajar, kuliah, atau bekerja secara daring. Kenyataannya, tidak ada orang yang komplain mengenai kualitas gambar yang mereka lihat.
Baterai yang ada di tablet ini sebesar 5100mAh. Kami pun dapat melakukan video call selama 8 jam non stop, juga dapat menonton YouTube dan Netflix selama 9 jam non stop. Meski mengesankan, namun pengisian baterai di MatePad 8 tergolong lama. Kami perlu waktu 4 jam lebih untuk mengisi daya tablet ini dari 5 persen ke 100 persen.
Mereka masih menggunakan micro USB untuk perangkat ini, dan hadir tanpa pengisian daya cepat. Namun, setidaknya kami masih menghargai mereka dikarenakan masih menyediakan jack audio 3,5mm di perangkat ini.
OS enteng sih, tapi tanpa GMS
Entah mengapa, Huawei MatePad T8 merupakan tablet murah yang paling lancar untuk kami gunakan di antara tablet lainnya. Meski jeroannya terbilang cukup pas-pasan, kami tidak menemukan lag yang sangat berarti saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Huawei menggunakan OS EMUI 10 yang didasarkan oleh Android 10. Tapi, seperti yang kalian duga, tablet ini tidak hadir dengan GMS sehingga kalian tak dapat mengunduh aplikasi dari Google Play Store.
Menurut kami, hal ini memiliki dua sisi. Sisi buruknya adalah kalian tidak dapat menggunakan PlayStore untuk mengunduh aplikasi. Kalian mungkin bisa mendapatkan beberapa aplikasi populer di Huawei Gallery App. Tapi, tak semuanya ada di sana.
Tapi, keuntungannya adalah saat digunakan oleh anak, mereka tak bisa mengunduh aplikasi yang mereka inginkan. Jadi, tablet ini sangat cocok digunakan untuk anak-anak selama masa PSBB ini.
Jika kalian ingin melakukan streaming YouTube, kalian bisa kok menggunakan peramban bawaan Huawei dan membuka situs tersebut di peramban. Jadi, kalian tak usah khawatir tidak dapat membuka YouTube di perangkat ini.
Tak ketinggalan, terdapat juga fitur Kids Corner. Fitur ini menyediakan pendidikan sekaligus hiburan yang dibantu dengan ekosistem digital yang pintar, serta memiliki beberapa fitur seperti pembatasan waktu penggunaan dan lainnya.
Kesimpulan : Murah dan pantas dibeli kalau tidak perlu GMS
Dijual di harga Rp1,6 juta-an, Huawei MatePad sangat cocok bagi kalian yang ingin memiliki tablet murah yang dapat digunakan dengan nyaman. OS-nya sangat enteng meski memiliki jeroan yang pas-pasan.
Tapi, absennya GMS menjadikan salah satu hal yang perlu kalian pikirkan sebelum membelinya. Tapi, jika kalian tidak memerlukan GMS, kalian gak usah khawatir untuk membelinya.
Meski begitu, absennya GMS membuat anak-anak tidak dapat dengan mudah menginstall aplikasi atau melakukan pembelian melalui Play Store. Jadi, tablet ini cocok digunakan sebagai tablet edukasi buat anak-anak.