SpaceX terbang di atas Kutub Bumi, sebagai misi Fram2
Misi Fram2 akan mengorbit melintasi Kutub Utara dan Selatan selama empat hari, membawa kru untuk melakukan 22 eksperimen ilmiah di luar angkasa.

SpaceX akan meluncurkan misi luar angkasa bersejarah Fram2 pada Senin, 31 Maret 2025. Misi ini akan menjadi yang pertama kali mengorbit Bumi melalui Kutub Utara dan Selatan.
Misi ini dibiayai oleh pengusaha kripto Chun Wang, yang akan membawa empat awak dengan pesawat Crew Dragon Resilience, yang sebelumnya digunakan dalam misi Polaris Dawn.
Dilansir dari laman wccftech (25/3), kru akan melakukan 22 eksperimen ilmiah selama empat hari di orbit, termasuk percobaan sinar-X pertama di luar angkasa (SpaceXray), penelitian tentang anemia, kesehatan perempuan, dan pelestarian massa tulang serta otot di gravitasi mikro.
Mereka juga akan menguji pertumbuhan jamur di luar angkasa sebagai bagian dari persiapan perjalanan panjang ke Mars. Untuk berkomunikasi, misi ini akan bergantung pada internet satelit Starlink.
Selain itu, SpaceX telah menyiapkan kamera di kubah panoramik Crew Dragon agar kru dapat melihat wilayah kutub yang menakjubkan dari luar angkasa. Setelah kembali ke Bumi, mereka akan menjalani pemindaian MRI segera untuk memahami dampak perjalanan luar angkasa terhadap tubuh manusia.
Peluncuran akan dilakukan pada pukul 11:39 pagi waktu setempat di Cape Canaveral Space Force Station di Florida. Misi Fram2 akan menjadi tonggak baru dalam eksplorasi luar angkasa jika berhasil, membuka jalan bagi penelitian tambahan tentang kesehatan astronot dan persiapan ekspedisi ke planet lain.